Normal Distribution seberapa prediktif data anda

July 23, 2008 by Jefri

Setiap kali kita dihadapkan kepada sejumlah sample data, maka untuk menganalisa lebih jauh kita harus me-refer kepada “standard normal distribution”. Apa itu?

Pertama, setiap data punya distribusi dengan komponen sbb :

1. Mean atau rata-rata = µ
2. Variance / Standard Deviation squared = σ2 ; Representasi sebaran data
3. Standard Deviation = σ ; Representasi sebaran data (Nilai ukur sebaran data sample observasi terhadap mean), secara analog ; rata2 jarak data sample ke mean (center)
4. Probability / peluang = P
5. Nilai Distribusi = Z

Kedua, dalam perhitungan peluang distribusi data kontinu (continuous probability distribution), terdapat “Normal Distribution” yang memiliki karakter :
1. Salah satu distribusi penting yang “applicable in many fields”.
2. Disebut juga Gaussian distribution karena analisa C.F.Gauss 1777-1885.
3. Disebut juga Bell Curve/Shape karena secara graphics histogram, kerapatan nilainya berbentuk bel / lonceng à 1 puncak 2 ekor kiri-kanan (lonceng).
4. Parameternya : Location/Area dan Scale/Skala
5. Mean / average ; μ=0 (average berada di center distribusi) à puncak di titik mean
6. Variance / area dibawah kurva ; σ2 = 1

Di dalam realita, hampir tidak mungkin data sample identik dengan “Standard Normal Distribution”. Yang ada adalah seberapa dekat data sample dengannya. Caranya mengetahuinya adalah dengan Normality Test sehingga kita yakin data sample kita termasuk dalam “Normal Distribution” & bisa menggunakan perhitungan-perhitungan (formula) Standard Normal Distribution.

Ketiga, Normality Test menggunakan Minitab :
1. Input data
2. Click STAT –> Basic Statistic –> Normality Test
3. Input data pada variable
4. Pilih metoda Normality Test :
a. Anderson-Darling (AD) ; ECDF (empirical cumulative distribution function) based test
b. Ryan-Joiner (RJ) = Shapiro-Wilk ; a correlation based test
c. Kolmogorov-Smirnov (KS) ; ECDF based test

The Anderson-Darling and Ryan-Joiner tests have similar power for detecting non-normality. The Kolmogorov-Smirnov test has lesser power.

The common null hypothesis for these three tests is
H0: data follow a normal distribution.
If the p-value of the test is less than your a level, reject H0. (contoh : p-value 0.898 > α 0.05 ; accept H0)

Keempat, kini kita bisa melanjutkan analisa detail lainnya terhadap data sample kita.

Di olah dari beberapa sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Normal_distribution, http://mathworld.wolfram.com,                                           http://www.statsdirect.com ,                                       http://www-stat.stanford.edu ,
http://www.minitab.com
,dll
Semoga bermanfaat,

Statistical Application using Minitab

July 11, 2008 by Jefri

Title : Guide to using Minitab for basic statistical application
Author : Groebner, Shannon, Fry, & Smith
Format : Power Point
Files : 16 files
Links :

Files : Size :

MtbStatChapter17.ppt 564.5 Link
MtbStatChapter13.ppt 1.2 Link
MtbStatChapter16.ppt 681 Link
MtbStatChapter15.ppt 1.36 Link
MtbStatChapter12.ppt 384.5 Link
MtbStatChapter14.ppt 2.14 Link
MtbStatChapter9.ppt 666.5 Link
MtbStatChapter8.ppt 253 Link
MtbStatChapter10.ppt 251 Link
MtbStatChapter7.ppt 403 Link
MtbStatChapter11.ppt 638 Link
MtbStatChapter5.ppt 879.5 Link
MtbStatChapter1.ppt 218 Link
MtbStatChapter2.ppt 2.24 Link
MtbStatChapter6.ppt 431.5 Link
MtbStatChapter3.ppt 1.78 Link

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Dan apabila mau sedikit berbagi, anda bisa sharing file bermanfaat anda ke Ziddu dengan mendaftar di sini lewat referral saya ya…. Ditunggu comment dan sharingnya.

Happy Learning …

MASTER Konsep Belajar Cepat

July 4, 2008 by Jefri

Waktu cari-cari bahan buat Six Sigma seminar Jul’08 nanti di tempat saya bekerja, bertemu beberapa artikel tentang konsep belajar. Kayaknya bagus buat di bagi2.

Katanya : Kemampuan yang paling penting adalah kemampuan untuk belajar cepat.

Salah satu Konsep belajar cepat konsep MASTER kalau tidak salah ada di buku Accelerated Learning for the 21st Century.

Istilah MASTER di sini adalah singkatan dari

  • Motivating your mind,
  • Acquiring the information,
  • Searching out the meaning,
  • Triggering the memory,
  • Exhibiting what you know, dan
  • Reflecting what you’ve learned.

Berikut ini keterangan detailnya:

Motivating your mind (memotivasi pikiran)

Langkah pertama dalam belajar cepat adalah motivasi. Ini penting sekali. Berapa banyak orang yang berusaha  untuk belajar tanpa motivasi ? Mereka menganggap belajar sebagai suatu bentuk “penderitaan”. Dengan sikap seperti ini bisa dibilang secara bawah sadar tak akan menolak informasi yang masuk karena dianggap negatif ! Jelas saja kita jadi sangat sulit belajar. Bandingkan dengan orang yang termotivasi, yang menganggap belajar itu seru dan mengasyikkan. Secara bawah sadar otak akan dengan senang hati empersilakan informasi untuk masuk.

Acquiring the information (memperoleh informasi)

Ada tiga gaya belajar utama, yaitu visual (melalui penglihatan), auditori (melalui pendengaran), dan kinestetik (melalui tindakan). Kita akan lebih cepat menangkap informasi kalau kita belajar sesuai dengan gaya belajar kita. Oleh karenanya kita perlu mengenali gaya belajar yang cocok untuk kita lalu mempraktekkannya. Hasilnya kita akan lebih cepat menangkap informasi.
Searching out the meaning (menyelidiki makna)

Sekedar membiarkan informasi masuk sama sekali tidak cukup. Kita harus berusaha untuk mendapatkan makna dari informasi itu. Ini sama seperti mencerna informasi yang masuk sampai memahami hakikatnya luar dalam. Jadi bukan hanya menghafalkan fakta, tapi terus maju sampai memahami konteksnya dan penerapannya untuk hal-hal lain. Berapa banyak orang yang hanya berusaha menghafal fakta tanpa memahami maknanya ?
Triggering the memory (memicu memori)

Memahami makna merupakan hal yang sangat penting, tapi kita juga harus mampu mengingat fakta. Banyak orang yang punya daya ingat luar biasa. Contohnya ada orang Jepang yang menghafalkan angka pi sampai ribuan angka di belakang koma ! Ck…ck… (biasanya kita hanya hafal dua angka yaitu “14″ dari “3.14″). Ada banyak teknik yang bisa memudahkan kita mengingat fakta. Singkatan seperti “MASTER” merupakan salah satunya. Akan jauh lebih mudah untuk mengingat enam langkah Accelerated Learning kalau kita memakai singkatan “MASTER”.
Exhibiting what you know (memamerkan apa yang anda ketahui)

Memamerkan di sini bukan berarti sok tahu. Yang dimaksud adalah kita harus berusaha membagikan ilmu kita ke orang lain. Saat membagikan ilmu ke orang lain kita justru akan mendapatkan lebih banyak lagi ! Percaya tidak ? Saya sendiri sudah sering membuktikan hal ini. Bagi saya, salah satu penerapan langkah kelima ini adalah menulis blog. Apa yang saya dapat saya bagikan dalam bentuk blog. Dan hasilnya … luar biasa ! Saya sendiri jadi jauh lebih mengerti tentang topik yang ditulis. Apalagi kalau mendapatkan masukan dari teman-teman dalam bentuk komentar .
Reflecting what you’ve learned (merefleksikan bagaimana Anda belajar)

Nah, inilah langkah terakhir dalam konsep MASTER. Kita mesti mengevaluasi cara belajar kita. Mengapa ? Sebab setiap orang punya cara belajar yang unik yang berbeda dengan orang lain. Kita mesti mengembangkan gaya belajar pribadi yang paling cocok dengan kita. Dan ini tentu tidak bisa dicapai dalam waktu semalam. Kita harus mencoba, mengevaluasi, memperbaiki apa yang kurang, lalu mencoba lagi, dan seterusnya. Dengan terus mengevaluasi perlahan-lahan gaya belajar kita akan semakin tajam dan cocok dengan kita.

Begitulah enam langkah konsep MASTER. Saya sangat suka konsep ini dan saya belajar untuk menerapkannya, meskipun masih kurang di sana-sini. Menurut saya, keenam langkah ini patut kita coba dan praktekkan. thanks to blog mas Donald.