Dari beberapa orang yang pernah saya pelajari mengenai Six Sigma, kayaknya terdapat beberapa pendekatan mengenainya. Demikian pula dengan orang / pihak yang ingin mengimplementasikannya, wow ada beragam persepsi sampai tingkat pengharapan yang kalau dipikir2 mungkin bisa salah kaprah terus confused. Karena Customer Satisfaction kan bukan hanya dengan S/S saja.
Tapi sebagai pengingat, baiknya kita tampilkanlah definisi six sigma dari padepokannya langsung (GE/sixsigma) :
What is Six Sigma?
First, what it is not. It is not a secret society, a slogan or a cliché. Six Sigma is a highly disciplined process that helps us focus on developing and delivering near-perfect products and services. Why “Sigma”? The word is a statistical term that measures how far a given process deviates from perfection. The central idea behind Six Sigma is that if you can measure how many “defects” you have in a process, you can systematically figure out how to eliminate them and get as close to “zero defects” as possible. Six Sigma has changed the DNA of GE — it is now the way we work — in everything we do and in every product we design.
wuiih canggihkan … terus kita jalan-jalan ke isixsigma ….
The fundamental objective of the Six Sigma methodology is the implementation of a measurement-based strategy that focuses on process improvement and variation reduction through the application of Six Sigma improvement projects
dan mampir bentar ke Wiki …. :
Six Sigma seeks to identify and remove the causes of defects and errors in manufacturing and business processes.[1] It uses a set of quality management methods, including statistical methods, and creates a special infrastructure of people within the organization
Naah sekarang giliran otak saya yang ingin bicara dan ini beneran lo ya ngga klise atau ngada2, murni apa yg saya terapkan :
- DMAIC step menuntun kita disiplin melakukan improvement.
- Define step dengan Brainstorming, QFD, dll kita mengetahui lebih baik keinginan dan atau masalah pelanggan.
- Pareto (& the) Fishbone, prioritas dan akar muakar permasalahan semakin terdeteksi.
- Gage R&R bisa lebih memastikan bahwa pengukuran yg selama ini dijalankan itu valid apa ngga. Baik dengan crossed ataupun nested yang sekali ukur rusak tuh barang yg diukur.
- Normality test dan Normal Capability bisa memberitahukan status data yang kita kumpulkan (terdistribusi normalkah/tidak) dan status capability process yg kita ambil datanya atau dengan kata lain sebagus apa level process tersebut.
- Analysis Step membantu kita menelusuri faktor2 apa yg dominan berdasarkan analisa, test, sample dan percobaan yang kita lakukan mempengaruhi secara significant problem, issue s/d tingkat kualitas yang akan kita improve.
- Pokoknya sampai disini Root Cause Analysis tenan, akar muakar dicari dan ditemukan. Outputnya adalah faktor2 yg significant dan yang tidak terbuka dan terlihat dengan lebih jelas.
- akan segera dilanjutkan …. Insya Allah