Six Sigma for dummies (baca : saya) :)

By Jefri

Dari beberapa orang yang pernah saya pelajari mengenai Six Sigma, kayaknya terdapat beberapa pendekatan mengenainya. Demikian pula dengan orang / pihak yang ingin mengimplementasikannya, wow ada beragam persepsi sampai tingkat pengharapan yang kalau dipikir2 mungkin bisa salah kaprah terus confused. Karena Customer Satisfaction kan bukan hanya dengan S/S saja.

Tapi sebagai pengingat, baiknya kita tampilkanlah definisi six sigma dari padepokannya langsung (GE/sixsigma) :

What is Six Sigma?
First, what it is not. It is not a secret society, a slogan or a cliché. Six Sigma is a highly disciplined process that helps us focus on developing and delivering near-perfect products and services. Why “Sigma”? The word is a statistical term that measures how far a given process deviates from perfection. The central idea behind Six Sigma is that if you can measure how many “defects” you have in a process, you can systematically figure out how to eliminate them and get as close to “zero defects” as possible. Six Sigma has changed the DNA of GE — it is now the way we work — in everything we do and in every product we design.

wuiih canggihkan … terus kita jalan-jalan ke isixsigma ….

The fundamental objective of the Six Sigma methodology is the implementation of a measurement-based strategy that focuses on process improvement and variation reduction through the application of Six Sigma improvement projects

dan mampir bentar ke Wiki …. :

Six Sigma seeks to identify and remove the causes of defects and errors in manufacturing and business processes.[1] It uses a set of quality management methods, including statistical methods, and creates a special infrastructure of people within the organization

Naah sekarang giliran otak saya yang ingin bicara dan ini beneran lo ya ngga klise atau ngada2, murni apa yg saya terapkan :

  1. DMAIC step menuntun kita disiplin melakukan improvement.
  2. Define step dengan Brainstorming, QFD, dll kita mengetahui lebih baik keinginan dan atau masalah pelanggan.
  3. Pareto (& the) Fishbone, prioritas dan akar muakar permasalahan semakin terdeteksi.
  4. Gage R&R bisa lebih memastikan bahwa pengukuran yg selama ini dijalankan itu valid apa ngga. Baik dengan crossed ataupun nested yang sekali ukur rusak tuh barang yg diukur.
  5. Normality test dan Normal Capability bisa memberitahukan status data yang kita kumpulkan (terdistribusi normalkah/tidak) dan status capability process yg kita ambil datanya atau dengan kata lain sebagus apa level process tersebut.
  6. Analysis Step membantu kita menelusuri faktor2 apa yg dominan berdasarkan analisa, test, sample dan percobaan yang kita lakukan mempengaruhi secara significant problem, issue s/d tingkat kualitas yang akan kita improve.
  7. Pokoknya sampai disini Root Cause Analysis tenan, akar muakar dicari dan ditemukan. Outputnya adalah faktor2 yg significant dan yang tidak terbuka dan terlihat dengan lebih jelas.
  8. akan segera dilanjutkan …. Insya Allah

Tags: , ,

Leave a Reply