DoE Minitab

By Jefri

Suatu ketika datang beberapa rekan dari bag. produksi yg minta saya meng-analisa issue dari hasil percobaannya.

Katanya begini, mereka punya issue quality yang cukup menantang :p.
Saat proses normal, product A yang diproduksi line 1 dan product A (sama tipe) yg di produksi di Line 2 selalu berbeda hasil akhirnya.

Padahal setiap product melewati urutan normal yg sama dari proses A,B,C, dst pada masing2 line. Line production 1 dan Line 2 masing memiliki karakter proses yang sama urutan maupun pengaturannya, namun nilai akhir selalu berbeda.

Contoh : Nilai Product A di Line 1 = 50 sedangkan di Line 2 = 5 satuan.

Kemudian mereka mencoba menukar product A Line 1 ke Line 2 (dan sebaliknya) sebelum process J. Hasil akhirnya cukup menggelikan juga …. menjadi : Nilai Product A “L1–> L2” = 31 dan “L2–>L1” = 20 satuan.

Jadi bagaimana meng-interprestasikannya….

Setelah memperjelas maksud dan purpose percobaan mereka, saya coba menganalisa dengan Minitab khususnya dengan Design of Experiment (DOE).

Dengan gaya bak peramal sambil mengernyitkan dahi saya coba simplified kira2 sbb : (ini juga stl “utak-atik“ beberapa pendekatan s/d spt ini)

……………………………………………..Proses Akhir di < J >

Process Awal dari < A ke I > ……..Line 1 …………Line 2

Line 1……………………………………..(50) ……………..(31)

Line 2 …………………………………….(20) ………………(5)

 

trus kami jalan-jalan ke Minitab :) )

1. Stat –>DOE –>Factorial –> “Create Factorial Design”

2. Pilih “General Full Factorial Design” / General Linear Model (GLM)           atau bisa juga pakai “2-level factorial (default generator)”

3. Number of Factor = 2  trus click “Design”

4. Ketik di factor A = Process A-I dengan 2 levels di number of levels

5. Ketik di factor B = Process J dengan 2 Levels di number of levels

6. Click “OK”,

7. Terus Click “Factors”

8. Ganti Type (factor) menjadi text semua

9. dan ketik level values –> L1 dan L2 masing2 factors

10. abaikan “Options” dan “Result” lalu click OK

11. Isikan judul di kolom C7 dgn “Nlai Akhir” dan isikan jumlah nilai menurut kondisinya.

contoh : Proces A-I (L1) + Process J (L2) è Resultnya 31, dst.

lanjut ke article berikutnya ….

 

Tags: , , ,

Leave a Reply